Dampak Pandemi COVID-19 Bagi Pendaftaran Mahasiswa Baru
Assalamualaikum dalam blog saya kali ini saya akan membahas mengenai Covid-19 berdampak kepada pendaftaran mahasiswa baru silahkan untuk disimak 💓
Seperti yang sudah kita
ketahui bahwa Negara kita Indonesia tercinta sedang dilanda oleh wabah penyakit
yang dinamakan Covid-19 kita semua merasakan dampak ini terjadi saya sendiri
sebagai mahasiswa sangat merasakan dampak dari pandemi ini saya harus melakukan
pembelajaran jarak jauh dimana saya dirumah kuliah online , mengerjakan tugas ,
kuis dan juga uts , selain itu mahasiswa baru juga berdampak dengan adanya
penerimaan mahasiswa baru yang tidak bisa dilakukan secara langsung layaknya
seperti tahun- tahun sebelumnya seperti mengurus kelengkapan data dan keperluan
yang lainya.
Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak negatif pada industri, tetapi juga pada sektor pendidikan. Siswa SMA, selain harus melakukan kegiatan pembelajaran di rumah tanpa tatap muka dengan guru, mereka juga menghadapi tantangan saat mendaftar perguruan tinggi di tengah peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah lulusan SMA dan SMK yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi masih di bawah 60 persen setiap tahunnya. Dampak pandemi diprediksi bisa membuat jumlah mahasiswa baru menurun tahun ini. Sebagai solusi, seratusan universitas di Tanah Air telah meluncurkan solusi pendaftaran kuliah instan lewat aplikasi mobile.
Universitas Tarumanegara (Untar), Universitas Surabaya (Ubaya), dan 150 kampus lainnya pun mengambil inisiatif mentransformasikan sistem pendaftaran memakai aplikasi goKampus agar calon mahasiswa lebih mudah dan nyaman dalam melakukan proses pendaftaran. Dengan goKampus, mahasiswa baru dari Untar dan Ubaya bisa mendaftar, mengelola status kemahasiswaan, sampai berkesempatan untuk mendapatkan dana pendidikan yang membantu meringankan biaya kuliah.
Calon mahasiswa cukup upload atau mengambil foto rapor, lalu akan diverifikasi melalui sistem goKampus. Mereka yang belum memiliki foto cetak 3x4 juga bisa mendaftar dengan menggunakan foto selfie di smartphone. Dr. Gunardi Lie, S.H., M.H., Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara mengatakan 2020 adalah tahun yang unik bagi penyelenggara perguruan tinggi. "Bagi penyelenggara perguruan tinggi, tahun 2020 adalah tahun yang unik, di mana universitas dituntut beradaptasi dan harus tetap menjamin kelangsungan pendidikannya di tengah pandemi Covid-19 yang mendunia,” Oleh karena itu, kepada generasi muda sebagai generasi Z yang selalu menghabiskan waktu dengan gadget-nya, pendaftaran mahasiswa baru melalui aplikasi mobile adalah satu-satunya solusi yang dapat dilakukan.
"Kami, Universitas Tarumanagara senang dapat bekerjasama dengan tim goKampus yang menyediakan solusi tersebut dan dalam waktu yang sangat cepat merespons kebutuhan generasi Z,” ucap Gunardi memungkaskan. Satu fitur tambahan yang juga diluncurkan berbagai universitas bersama goKampus adalah Instant Approval, di mana calon mahasiswa yang mendaftar cukup upload rapor di aplikasi mobile. Dengan fitur ini mereka langsung menerima keputusan penerimaan dari universitas melalui aplikasi goKampus dalam waktu satu jam, berbeda dengan cara biasa yang butuh waktu tunggu berminggu-minggu.
Fitur Instant Approval juga memberikan manfaat tambahan yakni biaya pendaftaran gratis, sehingga calon mahasiswa tidak lagi diwajibkan membayar formulir pendaftaran untuk setiap submisi. Nathanael Santoso, CEO goKampus, menuturkan fitur Instant Approval merupakan transformasi digital yang konkret untuk pendaftaran kuliah paling cepat dan paling murah di Indonesia."Lewat goKampus, siswa bisa mendapatkan layanan perkuliahan digital, mulai dari pendaftaran banyak universitas hanya dalam satu kali proses, mendapat beasiswa, mengurus kegiatan kampus, sampai mendapat magang dan kerja setelah lulus kuliah," paparnya.Secara total, sudah lebih dari 140 ribu siswa yang menggunakan fitur goKampus untuk berbagai keperluan kemahasiswaan. Fitur Instant Approval pun mendapat sambutan hangat di masa pandemi.
Hingga kini, sudah lebih dari 4.000 siswa mendaftar kuliah menggunakan fitur Instant Approval lewat goKampus versi aplikasi mobile.pihak goKampus mengklaim siap membantu semua perguruan tinggi Indonesia memberikan dampak nyata bagi mahasiswa baru dengan menyediakan kemudahan akses pendidikan lewat aplikasi mobile dan fitur Instant Approval. goKampus sendiri dapat diakses baik melalui situs web desktop maupun aplikasi Android dan iOS.
Selain itu juga kita beralih ke berbagai kampus swasta yang juga terkena dampak dari pandemic covid-19 ini , Jumlah pendaftar mahasiswa baru di sejumlah kampus swasta di Jakarta mengalami penurunan di tengah masa pandemi corona. Pihak perguruan tinggi swasta mengupayakan beragam strategi untuk meningkatkan minat calon mahasiswa baru untuk mendaftar. Rektor Universitas Budi Luhur, Wendi Usino mengatakan kampusnya merasakan dampak penurunan pendaftar mahasiswa baru selama masa pandemi corona.
Penurunan yang dialami oleh Universitas Budi Luhur terlihat sangat signifikan. "Di Budi Luhur bulan April ini ada sekitar 2.000 orang dan hanya 500 yang daftar ulang. Sekitar 25 persen yang daftar ulang," Dibandingkan pada bulan April tahun lalu, ada sekitar 3.000 mahasiswa yang mendaftar ke Universitas Budi Luhur. Sementara, mahasiswa yang mendaftarkan ulang dirinya mencapai 60 persen. "Kami mencoba memberikan 2.000 beasiswa untuk mahasiswa yang keluarganya terdampak corona. Beasiswa berupa potongan biaya kuliah 50 persen. Ini memberikan kesempatan kuliah untuk keluarga yang terdampak (ekonominya karena corona),
Universitas Pancasila pun merasakan penurunan minat pendaftar mahasiswa baru. Rektor Universitas Pancasila, Wahono Sumaryono mengatakan hingga tanggal 14 April tercatat sebanyak 114 orang mahasiswa baru di Universitas Pancasila dari total 844 pendaftar. Lihat Foto Gedung Rektorat Universitas Pancasila(Dok. Universitas Pancasila) Pada tahun lalu di periode yang sama, tercatat 149 orang yang melakukan daftar ulang dari total pendaftar 1.083 orang. "Secara obyektif diprediksikan akan terjadi penurunan karena dampak negatif pandemi corona adalah selain di sektor kesehatan adalah penurunan kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah-bawah ( orangtua calon mahasiswa baru),"
Wahono berharap penurunan minat mahasiswa baru untuk mendaftar ke Universitas Pancasila di tengah wabah pandemi corona tak lebih dari 20 persen. Ia mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah skenario untuk melakukan penerimaan mahasiswa baru di tengah masa pandemi seperti peningkatan frekuensi tes masuk secara online, promosi peringkat akreditasi kampus, open house fakultas, dan penyesuaian jangka waktu pembayaran yang lebih terjangkau. Term of payment yang lebih affordable masih dalam perhitungan untuk simulasi berbagai alternatif proyeksi optimistik- pesimistik.
Lalu kita beralih mengenai kampus yang berada di pulau sumatera yaitu UTB Lampung yang berada di sumatera selatan , wabah Virus Corona atau Covid-19, Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung tetap membuka pendaftaran Mahasiswa Baru (Maba) Tahun Ajaran 2020/2021. Pendaftaran Maba dilakukan secara online. Calon mahasiswa dapat mengakses laman website https://pmb.utb.ac.id/ “Calon mahasiswa baru dapat mengisi formulir melalui online,” kata Kepala Biro Humas, Promosi, Kerjasama dan Penerima Mahasiswa Baru (PMB) UTB Lampung, Nopiyansya.
Dapat
disimpulkan bahwa masing- masing universitas sudah mencari cara alternatif dengan
tepat dimana melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang ada dan juga
universitas tersebut sudah memiliki sistem pelayanan online sendiri agar para
pendaftar yaitu mahasiswa baru bisa mendaftar di rumah saja tetapi yang harus
di perhatikan jika ada salah satu mahasiswa yang belum bisa atau belum mempunyai
peranti yang cukup dan bisa digunakan untuk daftar online itu menjadi suatu
kesulitan yang terjadi karena dapat menghambat nya .
Selain itu
Penurunan terjadi kepada kampus – kampus swasta yang ada di Jabodetabek dimana selain di sektor
kesehatan penurunan kemampuan ekonomi
dan daya beli masyarakat golongan ekonomi menengah-bawah yaitu orangtua calon mahasiswa baru mengalami
kesulitan karena adanya situasi ini karena kampus swasta memang harus memiliki
biaya yang lebih dibandingkan kampus negeri dapat dilihat dari akreditasi dan
juga jika kampus itu adalah kampus favorit .
Dosen :Marsofiyati, S.Pd.,M.Pd
Penulis : Medina Rizki Amalia
Sumber Referensi
:
Sumber gambar :

